Jika menelisik lebih jauh Kota Malang dari sisi kulinernya, banyak referensi tempat kuliner legendaris yang patut untuk dikunjungi. Tempat-tempat tersebut tidak hanya dikunjungi oleh masyarakat Malang saja, namun juga pengunjung dari luar Malang, bahkan luar negeri. Alhasil, rumor bahwa fastfood dan westernfood menempati posisi pertama di lidah pengunjung pun kalah saing dengan makanan legendaris.
Kuliner legendaris Kota Malang tidak hanya menyuguhkan cita rasa yang menjanjikan, namun juga suasana tempat yang menyenangkan. Toko Oen misalnya. Tempat tersebut seolah membawa pengunjung kembali ke tempo dulu. Ditambah dengan perabot antik membuat kesan unik di toko yang berdiri sejak tahun 1930 itu. Diah Arfina, salah satu pengunjung Toko Oen mengaku kagum dengan rumah makan yang benar-benar didesain tempo dulu itu. “Sangat menjaga ciri khas zaman dulu,” ujarnya. Ia juga menambahkan, es krim merupakan menu favorit di Toko Oen.
Tidak hanya itu, semakin menjamurnya kuliner modern seperti sandwich, hamburger, fried chicken, juga tidak menyurutkan eksistensi kuliner legendaris yang satu ini. Rawon Merah di Depot HTS salah satunya. Andik Wirnarno, salah satu pengunjung Depot HTS itu mengaku sangat munyukai rawon merah yang ada di depot itu. “Menu kuliner yang ada di sini sejak dulu tidak berubah rasanya, serta di dukung dengan suasana yang nyaman karena adanya kolam ikan yang ada di dalam depot,” tuturnya. Hal senada juga di ungkapkan oleh Liana Suherman, ia mengaku bahwa onde-onde yang ada di depot HTS itu berbeda dengan onde-onde di tempat lain karena tekstur kulit yang renyah serta rasa manis yang pas membuat orang merasa ketagihan untuk mencobanya. “Rasanya yang pas dapat mengalahkan makanan-makanan modern lainnya yang telah beredar di berbagai tempat di Kota Malang ini,” ujarnya.
Di tempat kuliner legendaris lainnya, yakni Serabi Imut, Rizky Fanty, pengunjung dari Kepanjen mengatakan bahwa ia menyukai menu serabinya yang bervariasi. “Rasanya benar-benar masih ada bau arangnya. Masih sangat tradisional,” tuturnya. Hal serupa juga diungkapkan oleh Rendy Kurniawan. Baginya, cita rasa tradisional seperti itulah yang mampu mengalahkan rasa makanan modern. Pemilik kedai Ibu Hariyanto juga menjelaskan bahwa Serabi Imut sudah mendapat tempat di hati masyarakat. “Jadi, seandainya ada makanan baru pun, serabi imut tetap masih ada peminatnya,” ujarnya. Muhammad Arifudin, salah satu pengunjung kedai serabi imut mengatakan bahwa meskipun ia juga menyukai westernfood, namun dirinya masih sering berkunjung ke kedai serabi imut. “Walaupun saya juga suka dengan westernfood, tetapi jajanan surabi di kedai surabi imut ini menjadi pilihan pertama saya jika ingin menikmati camilan, ditambah lagi kedai ini mudah dijangkau,” ungkap pria yang tinggal di kawasan sawojajar ini.
Sementara itu, Bakso Bakar Cak Man mengaku tidak takut kalah bersaing dengan makanan-makanan modern terlebih fastfood yang banyak beredar di Malang ini. “Bagi saya, yang penting itu tetap menjaga resep dan mempertahankannya,” ungkap Warno. Lebih lanjut, ia menjelaskan, meskipun banyak beredar makanan-makanan baru yang lebih modern, jumlah pengunjung di Bakso Bakar Cak Man tidak berkurang, dan bahkan semakin bertambah dari hari ke hari. Esty Ayu Ningsih mengaku bahwa cita rasa Bakso Bakar Cak Man memang tiada duanya. “Rasa kecapnya itu merasuk. Jadi khas sekali dengan dengan rasa Indonesia,” imbuhnya. Riyanto Firdaus, seorang pelanggan yang berasal dari Kota Probolinggo mengaku setiap ia ke Malang, dirinya menyempatkan waktu untuk mengunjungi Bakso Bakar Cak Man. “Saya selalu kangen dengan bakso bakar Cak Man ini, karena dulu saya kuliah di Malang dan sering berkunjung kesini. Jadi ketika lulus pun saya terkadang menyempatkan untuk datang kesini, sekalian bernostalgia,” ungkapnya.
Tidak hanya jajanan di kawasan Malang Kota saja yang wajib untuk dikunjungi, namun satu tempat jajanan yang terkenal di Kawasan Kota Batu juga wajib untuk dikunjungi. Ketan Legenda yang popularitasnya banyak dikenal oleh berbagai masyarakat tidak hanya mampu menarik pengunjung dari dalam kota, melainkan juga mampumenarik pengunjung dari luar kota. Senada dengan hal tersebut, Yoga Prahaditya, salah satu pengunjung kedai Ketan Legenda ini mengatakan ketenaran Ketan Legenda inilah yang membuatnya datang ke sini. “Tidak salah saya dan juga teman-teman memutuskan untuk datang ke sini, meskipun sedikit jauh dari tempat tinggal saya, namun semua terbayar dengan kelezatan Ketan Legenda ini,” ungkap mahasiswa Universitas Brawijaya tersebut. Ia juga menambahkan bahwa rasa ketan yang masih khas seolah mengangkat citra Indonesia bahwa makanan Indonesia tak kalah saing dengan makanan modern.
Seiring perkembangan zaman yang semakin maju, eksistensi Kuliner Legendaris Malang tetap berhasil memikat hati konsumen. Terbukti dengan semakin banyaknya variasi makanan yang ada baik dari dalam negeri maupun luar negeri, Kuliner Legendaris tetap menjadi pilihan utama dan laris untuk pecinta kuliner.
#p_jen/tri


Tidak ada komentar:
Posting Komentar